Baiklah....
Seperti permulaan kata itu, aku ingin memulai blog ini dengan sebuah kata yang sering kita ucapkan, dengarkan dan lakukan, namun yang terus dan selalu perlu kita tambahkan dalam hidup kita; Baik. Berpikir baik, berkata baik, bertindak, berperilaku, berperasaan, bermimpi, berangan dan beraktivitas lain yang baik.
Dalam buku itu, kita diajak untuk menjadi pecandu energi. Kita diajak untuk kecanduan energi yang baik, yang bijak dan lestari, bukan energi jahat, buruk dan lekang zaman. Jon Gordon mengelompokkan seluruh energi yang kita butuhkan dalam hidup dan baik adanya selalu itu dalam tiga wilayah hidup. Wilayah jasmani, mental dan rohani.
Sebelum kita membaca secara urut atau berdasar kebutuhan yang menyesuaikan dengan konteks keadaan masing-masing pribadi, kita diajak untuk melihat sejenak, di wilayah manakah terlebih aku harus meluangkan waktuku lebih banyak untuk memenuhi, mengisi dan memfokuskan kembali hidupku dengan sebanyak mungkin energi positif, energi yang baik.
Pada bagian selanjutnya, kita diajak untuk menelusuri sepenggal demi sepenggal pengalaman dan pemikiran baik pada tiga wilayah dasar hidup tersebut, yang sungguh, sangat praktis dan efektif bagi siapa pun. Hasil membaca selama dua mingguan di sela-sela perjalanan pergi dan pulang bekerja saya itulah yang ingin saya bagikan pada blog ini. Lalu lintas yang macet, debu jalan, suara deritan rel-rel kereta listrik setiap hari dan deburan angin campur hujan terasa begitu manis dan tercurah menjadi sebuah kebaikan belaka setelah saya renungkan dan pikirkan dengan visi energi positif. Maka, saya berharap, terjemahan dan saduran kecil-kecil dari buku yang mengubah saya itu, bisa berguna bagi hari-hari Anda juga di mana pun dan kapan pun. Selamat mencicipi energi baik tak terbatas!
No comments:
Post a Comment
Silahkan membagikan energi baik yang Anda hidupi dulu, saat ini dan yang Anda harapkan di masa depan. Senyum berenergi selalu!